Bid’ah Buruk dan Bid’ah Baik

Bid’ah Buruk dan Bid’ah Baik

Suhbah Mawlana Shaykh Muhammad Adil ar-Rabbani QS di Akbaba Dergah, Istanbul, Turki. Ba’da Subuh 29 Desember 2021 (25 Jumadil Awwal 1443 H).

السلام علیكم ورحمة الله وبركاته. اَعُوْذُ بِاللهِ من الشیطان الرجیم بسم الله الرحمن الرحیم. الصلاة والسلام على رسولنا محمد سید الأولین والآخرین. مدد یا رسول الله، مدد یا ساداتي أصحاب رسول الله، مدد یا مشایخنا، دستور مولانا الشیخ عبد الله الفائز الداغستاني، شیخ محمد ناظم الحقاني، مدد. طریقتنا الصحبة والخیر في الجمعیة

Baginda Nabi Muhammad ﷺ kita melarang bid’ah (inovasi) kepada orang-orang yang suka berbuat bid’ah. Bid’ah berarti mengada-adakan sesuatu yang baru. Ada dua jenis bid’ah. Bid’ah yang diajarkan oleh Salafi adalah haram. Itu adalah kufur. Yang disebut bid’ah adalah menciptakan hal-hal yang bertentangan dengan agama, bertentangan dengan Islam, dan menganggap hal-hal itu sebagai suatu yang religius. Ini bid’ah yang buruk. Adapun hal-hal indah yang dilakukan untuk tujuan yang baik adalah bid’ah yang baik.

Baginda Nabi ﷺ kita melaknat mereka yang membuat jalan yang buruk yang tidak ada di dalam agama dan menunjukkan kepada orang-orang seolah-olah itu bagian dari Islam. Beliau ﷺ bersabda bahwa shalat dan do’a mereka tidak akan diterima. Ada banyak contoh mengenai hal itu. Diantaranya beberapa orang melakukan hal-hal pada hari-hari tertentu yang belum pernah dilakukan oleh Baginda Nabi ﷺ kita. Mereka menyiksa diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka berteriak-teriak dan menjerit-jerit.

Hal yang semacam inilah bid’ah. Dan mereka mendorong semua orang untuk melakukannya. Ini adalah hal-hal yang tidak memiliki manfaat dan pahala sama sekali. Ini hanya sebuah contoh. Hal-hal seperti itu yang tidak ada dalam agama tetapi ditunjukkan sebagai bagian dari agama, adalah bid’ah.

Sebaliknya, hal-hal baik seperti menghormati Baginda Nabi ﷺ kita, menulis puisi tentang beliau, bershalawat untuk beliau, dan berbagai hal seperti ini adalah bid’ah yang baik. Orang-orang bertanya, “Apakah ada Dala’il al Khairat pada masa Baginda Nabi ﷺ kita?” Tentu tidak. Itu dibuat kemudian. Shalawat dibuat untuk memuliakan Baginda Nabi ﷺ kita dan sifat-sifatnya yang indah dibacakan di dalamnya 

Ini membawa keberkahan (berpahala) dan ini bagus. Namun ada golongan lain yang suka menyumpahi para Sahabat dan Khalifah Nabi ﷺ. Itu bid’ah yang buruk, karena menyumpahi orang-orang yang dicintai oleh Baginda Nabi ﷺ kita, tidaklah pantas, bukan hal yang baik, dan ada hukumannya untuk itu.

Kalian harus mencintai orang-orang yang dicintai beliau ﷺ dan janganlah kalian mencintai orang-orang yang beliau ﷺ tidak cintai. Ini adalah bid’ah hasanah, yang merupakan bid’ah yang baik.

Semoga Allah ﷻ memberikan pemahaman kepada orang-orang, agar mereka mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Keduanya sudah jelas. Yang baik jelas, dan yang buruk pun jelas. Tidak ada keraguan di antara keduanya. Dan semoga kita dijauhkan dari hal-hal yang meragukan insyaAllah.

ومن لله التوفیق. الفاتحة

(/he 30122021)

About

Admin menerima naskah atau informasi suhbah untuk dapat dimuat di website. Silakan mengirim email ke: admin@sohbet.id  | 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*