Mengubah Diri Menjadi Lebih Baik
Suhbah Mawlana Shaykh Muhammad Adil ar-Rabbani ق di Shaykh Nazim Dergah, Lefke, Turki. Ba’da Shubuh 6 Januari 2022 (3 Jumadil Akhir 1443 H)
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Ada sebuah doa yang biasa dipanjatkan,
يا محول الحول والأحوال حول حالنا إلى أحسن حال
Allahumma ya muhawwilal hauli wal ahwal, hawwil haalianaa ila ahsani haalin.
“Duhai Dzat yang mengubah berbagai macam keadaan, ubahlah keadaan kami menjadi sebaik-baik keadaan.”
Manusia berubah dari satu keadaan ke keadaan lainnya. Terlepas apakah mereka menginginkannya atau tidak, setiap orang akan berubah. Mereka berbeda ketika bayi, berbeda sebagai anak-anak dan berbeda pada saat remaja. Manusia berubah sepanjang waktu. Kita memohon agar keadaan kita diubah menjadi lebih baik. Semoga kita tidak berubah menjadi lebih buruk. Kita memohon kepada Allah ﷻ agar Dia mengubah keadaan kita menjadi lebih baik, karena segala sesuatu ada di tangan-Nya.
Pikiran dan tindakan anak muda berubah ketika mereka beranjak dewasa. Beberapa orang diantaranya ada yang menjadi lebih buruk. Orang di sekitarnya pun berkata, “Dia ini dulunya seperti malaikat. Dia biasa membantu keluarganya dan orang lain. Dia rajin sholat dan beribadah. Dahulu dia adalah orang yang baik. Apa yang terjadi padanya?” Lihatlah, orang itu sudah banyak berubah. Dia memperlakukan keluarganya dengan buruk. Dia sudah tidak lagi peduli kepada mereka. Dia sudah tidak beribadah lagi. Dan dia melakukan segala macam keburukan.
Keadaan orang itu telah berubah. Orang yang baik itu, orang yang dulunya seperti malaikat, sudah tidak ada lagi. Dan setan telah datang sebagai gantinya. Hal ini bisa saja terjadi. Oleh karena itu, kita selalu berdoa agar Allah ﷻ selalu menjaga kita dalam kondisi yang baik, dalam keadaan yang baik. Dan jika Allah ﷻ berkehendak mengubah kita, semoga Dia menjadikan keadaan kita lebih baik, insya Allah.
Ini adalah sesuatu yang penting. Manusia harus berhati-hati dalam hal ini. Jika mereka mengejar ego mereka, maka keadaan mereka akan menjadi lebih buruk. Dan jika mereka melihat keadaan mereka sembari berkata, “Kami dulu rajin beribadah. Kami dulu biasa memperlakukan orang lain dengan baik. Kini keadaan kami semakin buruk”, kemudian mereka bertobat dan menyingkirkan hal-hal yang buruk itu, maka keadaan mereka akan berubah menjadi lebih baik. Mereka akan mampu menyelamatkan diri untuk tidak jatuh dari atas tebing. Dan keadaan itu akan menjadi hal yang baik bagi orang-orang di sekitar mereka. Mereka akan mendapatkan kebaikan di akhirat.
Demikian sebaliknya. Jika mereka berkata, “Aku telah beribadah selama bertahun-tahun. Aku telah melakukan begitu banyak kebaikan. Ini sudah cukup. Biarkan aku tak melakukannya lagi”, maka keadaan mereka akan bertambah buruk. Dan hal itu akan membawa kerugian baik untuk diri mereka sendiri maupun bagi orang lain di sekitarnya.
Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari keadaan yang buruk ini. Amin.
ومن الله التوفيق . الفاتحة
(/mn 08012022)
Leave a Reply