Pancaran Cahaya Iman

Pancaran Cahaya Iman

Suhbah Mawlana Shaykh Muhammad Adil ar-Rabbani QS di Akbaba Dergah, Istanbul, Turki. Ba’da Subuh 4 Januari 2022 (1 Jumadil Akhir 1443 H).

السلام علیكم ورحمة الله وبركاته. اَعُوْذُ بِاللهِ من الشیطان الرجیم بسم الله الرحمن الرحیم. الصلاة والسلام على رسولنا محمد سید الأولین والآخرین. مدد یا رسول الله، مدد یا ساداتي أصحاب رسول الله، مدد یا مشایخنا، دستور مولانا الشیخ عبد الله الفائز الداغستاني، شیخ محمد ناظم الحقاني، مدد. طریقتنا الصحبة والخیر في الجمعیة

Allah ﷻ telah berfirman,

وَمَنْ لَّمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَهٗ نُوْرًا فَمَا لَهٗ مِنْ نُّوْرٍ ࣖ – ٤٠

“Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS. An-Nur: 40)

Allah ‘Azza waJalla-lah yang memberi cahaya. Kepada siapa Dia memberikannya? Allah ﷻ memberikannya kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Dan orang-orang yang Dia kehendaki adalah orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah ‘Azza waJalla membuat cerah [wajah orang yang dikasihi-Nya]. Ketika orang lain menatapnya, maka ada cahaya yang indah terpancar di wajah orang itu.

Orang-orang yang tidak mempunyai Iman dan yang tidak percaya kepada Allah ﷻ memiliki sisi gelap di wajah mereka. Tidak peduli seberapa cantik atau tampan mereka terlihat, namun kecantikan dan ketampanan itu tidak akan sama dengan cahaya [yang terpancar karena Iman]. Seorang laki-laki bisa saja berkulit hitam, namun jika ia mempunyai Iman, maka wajahnya akan bercahaya. Tetapi sebaliknya, ketika seseorang benar-benar berkulit putih, jika dia tidak memiliki Iman, maka wajahnya akan terlihat gelap. Cahaya ini adalah cahaya Allah ﷻ . Allah ﷻ memberikannya kepada orang-orang terkasih yang beriman kepada-Nya. Cahaya itu tidak dapat dibayar dengan uang. Cahaya itu memancar karena keikhlasan.

Ada beberapa orang Islam yang hanya sebatas muslim. Mereka tidak mempunyai Iman, mereka hanya mempunyai Islam. Iman berbeda dengan Islam. Setiap orang yang mengucapkan syahadat adalah seorang muslim. Tetapi, seseorang yang mempunyai Iman adalah orang yang menghormati dan mencintai Baginda Nabi ﷺ, yang mencintai Awliya’ [para kekasih Allah ﷻ], berdzikir dan mengikuti seorang Mursyid. Mereka adalah orang yang beriman (Mukmin). Selain mereka, tidak memiliki Iman [meskipun ia seorang muslim yang hanya memiliki Islam].

Apakah kita yang mengatakan hal ini? Tidak, Allah ‘Azza wa-Jalla telah berfirman,

قُلْ لَّمْ تُؤْمِنُوْا وَلٰكِنْ قُوْلُوْٓا اَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْاِيْمَانُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ ۗ

.. Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu ..” (QS. Al Hujuraat: 40)

Islam tidak hanya [meminta kita] untuk menjadi seorang Muslim. Dikatakan kepada mereka [yaitu orang-orang Arab Badui), “Jangan katakan bahwa kalian telah menjadi mukmin”. Iman belum masuk ke dalam hati mereka. Ketika Iman masuk ke dalam hati, maka akan terpancar cahaya. Selama Iman tidak masuk ke dalam hati, bisa saja mereka mempelajari seluruh Al-Qur’an dan Hadits dengan hati, namun tidak ada cahaya yang terpancar dari diri mereka. Hal ini karena Iman belum masuk ke dalam hati mereka. Seseorang yang tidak tahu apa-apa kecuali hanya Surat Al-Fatihah dan Qul Huwa Llah [Surat Al-Ikhlas] namun memiliki Iman di dalam hatinya, maka ia mempunyai cahaya Iman. Orang selain mereka tidak memilikinya.

Ini adalah nikmat Allah ﷻ yang sangat besar. Allah ﷻ memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan jalan menuju Allah ﷻ adalah dengan mengikuti Baginda Nabi ﷺ, mencintai beliau, mencintai Awliya dan para Sahabat, dan mencintai orang-orang Mukmin. Allah telah menganugerahkan nikmat ini, [dan] setiap orang bisa mendapatkannya. Sayangnya banyak orang yang tertipu. Beberapa orang Muslim berkata, “Jika kalian melakukan hal itu [yaitu mengikuti jalan menuju Allah sebagaimana telah disebutkan], maka kalian akan menjadi musyrik. Jika kalian melakukannya, kalian akan menjadi kafir.” Mereka ingin mencegah pancaran cahaya ini.

Sebagaimana orang kafir yang sudah tidak percaya pada apa pun, mereka tidak peduli dengan cahaya dan kegelapan. Mereka belum mengetahui hakikat hal ini. Mereka menganggap hal itu adalah sesuatu yang biasa, padahal tidak. Kegelapan menyebabkan berbagai macam masalah bagi setiap orang.

Semoga Allah ﷻ melindungi kita. Semoga Allah menambah pancaran cahaya dalam diri kita, insya Allah.

ومن لله التوفیق. الفاتحة

(/mn 05012021)

About

Admin menerima naskah atau informasi suhbah untuk dapat dimuat di website. Silakan mengirim email ke: admin@sohbet.id  | 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*