Mata Rantai Emas
Mata Rantai Emas Thariqah Naqsybandiyyah Aliyyah
Manfaat Membaca Silsilah Tarekat
قَالَ أَبُوْ سَعِيْدٍ مُحَمَّدٌ الْخَادِمِيُّ: مَنْ قَرَأَ سِلْسِلَةَ الْمَشَايِخِ بَعْدَ خَتْمِ الْخَوَاجِكَانِ وَعِنْدَ تَلْقِيْنِ الذِّكْرِ وَعِنْدَ الشُّرُوْعِ فِيْ ذِكْرِهِ وَتَمَامِ وِرْدٍ وَتَحْصُلُ لَهُ التَّرَقِّيَاتُ وَالْمُكَاشَفَاتُ وَيَقْرَؤُهَا لِتَفْرِيْجِ الْكُرُوْبِ وَالْهُمُوْمِ وَالْغُمُوْمِ وَتَيْسِيْرِ الْمُرَادِ وَقَضَاءِ الْحَوَائِجِ وَلِشِفَاءِ الْمَرِيْضِ وَتُكْتَبُ أَيْضًا وَتُحْمَلُ. (تنوير القلوب، ص 539
Abu Sa’id Muhammad al-Khadimiy berkata, “Barangsiapa membaca silsilah para Masyayikh setelah Khatam Khwajagan (Tawajjuhan), ketika talqin dzikir, ketika akan memulai dzikir, dan setelah menyempurnakan wirid, maka akan tercapai baginya peningkatan (maqam) dan mukasyafah. Dan salik membaca silsilah itu untuk menghilangkan duka, kesedihan, dan kegelisahan, memudahkan tercapainya keinginan, memenuhi hajat kebutuhan, dan menyembuhkan orang yg sakit, dan (silsilah itu juga bisa bermanfaat) jika ditulis dan dibawa.” ( Kitab Tanwir al-Qulub, hal. 539 )
