Ramadhan Bulan Ibadah dan Berkah

Ramadhan Bulan Ibadah dan Berkah

Suhbah Mawlana Shaykh Muhammad Adil Ar-Rabbani QS di Akbaba Dergah, Istanbul, Turki, 12 April 2021 (30 Sya’ban 1442 H).

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah ﷻ bahwa hari ini adalah hari Senin terakhir di bulan Sya’ban, bertepatan dengan tanggal 30. Insya Allah besok adalah awal bulan Ramadhan. Semoga Allah ﷻ memberkati kita semua, dan semoga kedatangannya akan membawa keberkahan, insya Allah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang indah penuh berkah yang memberikan kedamaian bagi umat Islam, dan menyegarkan (memperbarui) keimanan kita semua. Ramadhan adalah bulan untuk melakukan segala macam ibadah. Segala hal di bulan ini akan bernilai ibadah. Meskipun orang-orang tidak terlalu mementingkan ibadah dan doa di bulan-bulan lain, akan tetapi di bulan Ramadhan ini mereka lebih memperhatikan ibadah mereka. Seperti berpuasa, menunaikan zakat, sedekah, dan sholat tarawih. Jadi, sebulan penuh hanya akan diisi dengan ibadah.

Di antara dua belas bulan dalam setahun, sebelas bulan lainnya adalah berbeda dengan bulan Ramadhan di mana merupakan bulan ibadah. Kenapa demikian? Karena [ibadah puasa Ramadahn] itu adalah kewajiban (fardhu) bagi seluruh umat, khususnya orang-orang yang beriman. Kalian tidak bisa berkata, “Aku akan memberikan uang saja, dan aku tidak mau berpuasa.” Yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa adalah orang yang sakit atau bepergian, di mana jumlahnya hanya 1% atau 0,1% saja dari keseluruhan orang yang diwajibkan berpuasa. Akan tetapi bagi orang-orang yang tidak sakit atau bepergian maka diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Mereka harus selalu berpikir tentang ibadah.

Bagaimana dengan Bulan Dzulhijjah? Bukankah bulan itu adalah bulan ibadah juga, yaitu kewajiban untuk pergi haji? [Berbeda], karena kewajiban berhaji hanya sekali dalam seumur hidup, apakah kalian bisa melaksanakannya atau tidak. Dan bahkan sebelum masa pandemi virus seperti saat ini, hanya satu di antara seribu orang yang diperbolehkan untuk menunaikannya. Sangat sedikit orang yang bisa dan mampu. mereka menerima hanya satu dari seribu orang saja. Meskipun bulan Dzulhijjah juga termasuk salah satu bulan yang suci (al-asyharul hurum), namun demikian bulan Ramadhan yang mulia (Ramadhan syarif) adalah yang disebut sebagai bulan ibadah.

Bulan Ramadhan adalah bulan di mana Allah ﷻ memperlakukan kita dengan berbagai macam nikmat dan kebaikan-Nya. Bulan ini adalah bulan taubat. Pada bulan Ramadhan juga terdapat malam Laylatul Qadar (the night of power). Pun malam Idul Fitri yang suci ada di bulan Ramadhan. Jadi dari segala sudut pandang, bulan Ramadhan datang dengan penuh berkah. Bahkan jika seseorang tidak beribadah ataupun berdoa (pada bulan ini), dia akan tetap menerima keberkahan. Tidak hanya bagi orang yang berpuasa dan shalat pada bulan itu, akan tetapi bagi semua muslim. Ini adalah nikmat dan karunia yang baik dari Allah ﷻ.

Insya Allah kita akan memulai sholat tarawih malam ini. Namun sayangnya, sholat tarawih di masjid saat ini [banyak yang] dilarang. Jika mereka tidak bisa salat di masjid, maka orang-orang akan tetap sholat di rumah. Apa yang bisa mereka lakukan? Mereka harus tetap mematuhi aturan. Meskipun sholat di rumah, namun kita niatkan untuk sholat di masjid, sehingga Allah ﷻ akan memberikan pahala sebagaimana niat yang kita panjatkan. Insya Allah mereka tidak akan kehilangan keutamaan shalat berjamaah di masjid, oleh sebab situasi yang tidak memungkinkan saat ini dan mereka mematuhi aturan dari pemerintah. Insya Allah, Allah tidak akan mengurangi pahala mereka.

Zakat pun akan ditunaikan pada bulan Ramadhan ini. Meskipun zakat bisa dibayarkan kapan saja di sepanjang tahun, akan tetapi ketika ditunaikan di bulan Ramadhan (semoga tidak sampai lupa melaksanakannya), maka hal itu adalah lebih utama. Pahalanya akan lebih banyak dan berlipat ganda atas izin Allah ﷻ.

Semoga Allah ﷻ selalu menjadikan rasa yang indah dalam keimanan kita, insya Allah. Pada bulan Ramadhan, orang-orang akan merasakan keimanan yang meningkat dengan kehendak Allah ﷻ. Apabila hal itu juga terjadi pada bulan-bulan lainnya, maka orang tidak akan melihat hal-hal duniawi. Mereka hanya akan beramal untuk akhirat saja. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Allah ﷻ akan memberikan bekal rezeki bagi mereka. Tapi tentu saja hal ini tidak mungkin terjadi [dengan orang-orang] di dunia ini. Meskipun kekuatan Allah ﷻ, kekuasan (Qudrat) Allah ﷻ tidak terbatas, namun kalian tidak bisa mempertanyakannya (bagaimana itu bisa terjadi, di mana orang hanya beramal untuk akhirat, namun Allah ﷻ yang menjamin rezekinya). Allah ﷻ mampu melakukan hal itu.

Pada masa lalu ada sekelompok orang yang hanya beribadah dan tinggal di gua yang jauh dari orang lain. Allah ﷻ memberi mereka rezeki dan [bahkan] mereka hidup selama ratusan tahun. Dia ﷻ telah menunjukkan hal itu sebagai contoh kepada kita tentang kemanusiaan (dan kekuasaan Allah). Mereka adalah orang-orang yang berdiri di atas kaki mereka, dalam rukūʿ dan sujūd selama bertahun-tahun tanpa makan dan minum dengan kekuasaan Allah ﷻ. Allah ﷻ telah menganugerahkan mereka [Ashabul Kahfi] rasa dan kepuasan Iman.

Semoga Allah ﷻ menganugerahi kita semua rasa manis dan indahnya Iman, insya Allah.

Waminallahit tawfiq. Al Faatihah.

(/mn 13042021)

About

Admin menerima naskah atau informasi suhbah untuk dapat dimuat di website. Silakan mengirim email ke: admin@sohbet.id  | 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*