Pengetahuan dan Kebodohan

Pengetahuan dan Kebodohan

Suhbah Mawlana Shaykh Muhammad Adil ar-Rabbani QS di Akbaba Dergah, Istanbul, Turki. Ba’da Subuh 27 Desember 2021 (23 Jumadil Awwal 1443 H).

السلام علیكم ورحمة الله وبركاته. اَعُوْذُ بِاللهِ من الشیطان الرجیم بسم الله الرحمن الرحیم. الصلاة والسلام على رسولنا محمد سید الأولین والآخرین. مدد یا رسول الله، مدد یا ساداتي أصحاب رسول الله، مدد یا مشایخنا، دستور مولانا الشیخ عبد الله الفائز الداغستاني، شیخ محمد ناظم الحقاني، مدد. طریقتنا الصحبة والخیر في الجمعیة

Allah ﷻ berfirman,

اَعُوْذُ بِاللهِ من الشیطان الرجیم بسم الله الرحمن الرحیم

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ

“… Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’” (QS. Az-Zumar: 9).

Apakah mereka yang mengetahui dan mereka yang tidak mengetahui adalah sama? Yang mengetahui artinya adalah yang mengenal Allah ﷻ. Menjadi ‘Alim berarti mengenal Allah عز وجل. Dan ilmu pengetahuan itu adalah apa-apa yang mengajarkan tentang Allah ﷻ.

Baginda Nabi ﷺ pernah bersabda,

الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ

Ulama (orang alim) adalah pewaris para Nabi.” (Al Hadits)

Para ulama itu seperti para Nabi. Mereka adalah orang-orang yang bernilai di sisi Allah ﷻ. Sesungguhnya orang Alim dan Masyayikh (para Syaikh) sejati adalah orang-orang yang mengajarkan ilmu tentang Allah ﷻ, yang menjadikan orang-orang mencintai dan menaati-Nya ﷻ. Mereka yang tidak mampu mencintai dan menaati Allah ﷻ adalah orang-orang yang tidak berpengetahuan. Mereka itu tidak setara [dengan orang yang berpengetahuan]. Mereka tidak dapat ditempatkan pada derajat yang sama. Mereka adalah orang-orang yang menyebarkan kejahatan dan kebodohan, bukan pengetahuan. Mereka memikirkan sesuatu yang besar dari diri mereka sendiri. Dengan berkeliling secara sia-sia di sepanjang hidup mereka, mereka menyesatkan orang lain dan diri mereka sendiri.

Mereka yang tidak mengenal Allah عز وجل adalah orang yang bodoh. Oleh karena itulah disebut sebagai jahiliyyah (kebodohan). Zaman jahiliyyah yang pertama adalah pada masa Baginda Nabi Muhammad ﷺ. Dan sekarang ini kita hidup di zaman kedua jahiliyyah. Zaman ini lebih buruk dari zaman kebodohan yang pertama. Di zaman jahiliyyah yang pertama dahulu, meskipun sedikit, orang-orang masih memiliki keyakinan. Namun saat ini orang-orang tidak mempunyai keyakinan.

Mereka mengatakan bahwa mereka sedang belajar. Perguruan tinggi penuh, di mana-mana penuh. Jangankan belajar di universitas dan mengenal Allah عز وجل, bahkan yang terjadi adalah mereka berusaha untuk mengingkari Allah ﷻ dan saling bersaing di dalamnya. Kemudian mereka mengklaim bahwa mereka adalah pandai. Padahal orang yang pandai adalah orang yang mengenal Allah ﷻ.

Allah عز وجل memberikan pikiran kepada manusia. Allah ﷻ memberi manusia nikmat itu untuk dapat mengenal-Nya ﷻ. Akan tetapi mereka tidak menggunakannya, justru sebaliknya, mengklaim bahwa mereka pandai. Mereka berkata, “Kami tahu segalanya”. Mereka itu tidak tahu apa-apa. Mereka sejatinya bodoh. Semoga Allah ﷻ melindungi kita semua.

Kita hidup di zaman kedua jahiliyyah. Banyak orang hidup di zaman kegelapan ini. Mereka mencari sesuatu akan tetapi tidak dapat menemukannya. Padahal mereka mempunyai pikiran, mereka harus menggunakannya. Seperti yang telah kami (Mawlana) sampaikan, bahwa perguruan tinggi tampaknya mengajarkan sesuatu, namun sebenarnya mereka tidak mengajarkan apapun. Mereka tidak memiliki pengetahuan duniawi dan [apalagi] pengetahuan tentang keimanan. Jangankan tentang Iman dan beriman kepada Allah ﷻ, apa yang mereka ajarkan tidak ada apa-apanya. Mawlana Syekh Nazim qs pernah berkata bahwa universitas hanyalah hiburan, tidak ada yang lain.

Semoga Allah ﷻ memberikan ilmu yang benar kepada para murid sehingga mereka dapat menyelamatkan diri [dari kebodohan]. Semoga Allah ﷻ pun memberikan ilmu yang benar kepada kita semua, insya Allah.

ومن لله التوفیق. الفاتحة

(/mn 28122021)

About

Admin menerima naskah atau informasi suhbah untuk dapat dimuat di website. Silakan mengirim email ke: admin@sohbet.id  | 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*