Jangan Perdagangkan Rumah Kalian

Jangan Perdagangkan Rumah Kalian

Suhbah Mawlana Shaykh Muhammad Adil ar-Rabbani QS di Akbaba Dergah, Istanbul, Turki. Ba’da Subuh 25 Desember 2021 (21 Jumadil Awwal 1443 H).

السلام علیكم ورحمة الله وبركاته. اَعُوْذُ بِاللهِ من الشیطان الرجیم بسم الله الرحمن الرحیم. الصلاة والسلام على رسولنا محمد سید الأولین والآخرین. مدد یا رسول الله، مدد یا ساداتي أصحاب رسول الله، مدد یا مشایخنا، دستور مولانا الشیخ عبد الله الفائز الداغستاني، شیخ محمد ناظم الحقاني، مدد. طریقتنا الصحبة والخیر في الجمعیة

Baginda Nabi ﷺ bersabda bahwa kebahagiaan di dunia ini adalah karena memiliki pasangan, anak-anak dan rumah yang baik. Dan orang Turki mengatakan bahwa tempat tinggal adalah untuk kehidupan dunia, sedangkan iman adalah untuk kehidupan akhirat. Memiliki sebuah rumah adalah sesuatu yang baik. Sungguh hal itu adalah nikmat yang besar dari Allah ﷻ. Ketika seseorang memiliki rumah, mereka dapat berlindung di dalamnya. Bahkan jika mereka bekerja dan melakukan hal-hal lain, mereka dapat bertahan hidup dengannya…

Saat ini adalah akhir zaman, dan sudah pasti setan lebih gencar melakukan tipu daya kepada manusia. Suatu saat terjadi di mana seseorang menjual semua yang mereka miliki untuk mendapatkan uang. Dalam upayanya untuk mendapatkan [uang] lebih banyak, maka mereka pun kehilangan rumah.

Orang melakukan perdagangan bisa mendapatkan untung atau rugi. Meskipun demikian, mereka tidak boleh menyentuh tempat di mana mereka berlindung bersama keluarga mereka [yaitu rumah-rumah mereka]. Mereka seharusnya tidak berpikir untuk melakukan perdagangan dan menghasilkan uang dengan cara menjual rumahnya. “Harga emas sedang naik, sedangkan nilai tukar turun, kita akan membeli mata uang asing agar mendapat untung”. Mereka seharusnya tidak berpikir seperti itu dan pada akhirnya berbuat kesalahan. Banyak orang melakukan kesalahan ini. Terkadang mereka bertanya dan terkadang tidak.

Itulah batasnya; atau saat ini disebut sebagai ‘garis merah’. Jangan dekati rumah kalian, tempat kalian dan anak-anak kalian berteduh. Jangan menyentuhnya. Rumah itu adalah nikmat dari Allah ﷻ  untuk kalian. Kalian harus melindunginya. Itu saja. Kalian dapat melibatkan hal-hal lain [selain rumah untuk diperdagangkan]. Kalian akan untung atau rugi, akan tetapi jangan biarkan diri kalian tinggal di jalanan dan jangan biarkan anak-anak kalian menderita.

Di akhir zaman, seperti yang telah kita [Mawlana] sampaikan, pasar saham dan nilai tukar meningkat setiap hari. Ada berbagai hal yang menjadikan orang-orang tertipu dan membuat mereka berpikir, “Aku akan menjual rumahku sekarang dan membeli tiga atau lima rumah sebagai gantinya”. Mereka pada akhirnya kehilangan rumah dan tinggal di jalanan.

Kita harus memperhatikan hal ini. Sifat serakah itu tidaklah baik. Jika kalian rakus akan sesuatu, maka merasa rakuslah akan hadirat Allah ﷻ, rakuslah dalam beribadah kepada Allah ﷻ.

Ada pepatah Arab dan Turki yang menyatakan bahwa, saat pergi ke kota Damietta untuk mendapatkan beras, seseorang juga telah kehilangan bulgur. Ini adalah satu perumpamaan yang baik. Tidak semua orang sekarang tahu apa itu Damietta. Di masa sebelumnya, banyak yang pernah tahu. Tapi sekarang, mereka mengajar dan belajar di universitas namun tidak tahu di mana Konya, apalagi Damietta.

Damietta [atau Dimyath] adalah sebuah kota di Mesir. Beras yang paling terkenal di dunia tumbuh di sana. Mustahil untuk tidak menemukan nasi di sana. Namun zaman dulu tidak seperti sekarang, bulgur [yaitu sereal yang terbuat dari gandum gurih kering, pent] dan perbekalan lainnya tidak selalu bisa ditemukan. Jadi suatu ketika seseorang ditawari bulgur. Tetapi dia berkata, “Aku akan pergi ke Damietta untuk membeli beras. Nasinya lebih enak. Aku ingin makan nasi”. Maka ia pun pergi ke sana. Dan atas kehendak Allah ﷻ, ia tidak dapat menemukan beras pada waktu itu. Ia pun pulang kembali dan ingin mendapatkan bulgur [yang pernah ditawarkan kepadanya] agar tidak lapar. Namun sayangnya bulgur dan makanan lain telah terjual habis. Akhirnya ia tidak mendapatkan apa-apa.

Perumpamaan itu adalah contoh yang baik untuk menggambarkan kondisi masyarakat sekarang. Mereka menjual rumah mereka dan berinvestasi di suatu tempat dengan niat untuk dapat membeli lima atau sepuluh rumah lagi. Namun akhirnya impian itu pun sirna, tidak ada rumah dan tempat tinggal lagi. Oleh karena itu, kalian harus memperhatikan hal ini. Tidak peduli seberapa besar kalian ingin melakukannya, tetapi singkirkanlah hal itu dari pikiran kalian. Berhati-hatilah untuk tidak memperdagangkan rumah kalian. Itu adalah batasnya. Janganlah serakah. Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari sifat tersebut.

Baginda Nabi ﷺ bersabda bahwa rumah adalah kebahagiaan di dunia ini dan dapat memberi manfaat untuk kehidupan di akhirat kelak. Mereka yang menyewa rumah tetaplah sebagai penyewa. Akan tetapi, jika seseorang yang telah memiliki rumah namun tinggal di luarnya [karena rumahnya telah diperdagangkan], maka segala macam bencana akan menimpanya.

Semoga Allah ﷻ melindungi kita semua. Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari sifat-sifat buruk dan keserakahan ego kita, insya Allah. Semoga Allah ﷻ menolong kita semua.

ومن لله التوفیق. الفاتحة.

(/mn 26122021)

About

Admin menerima naskah atau informasi suhbah untuk dapat dimuat di website. Silakan mengirim email ke: admin@sohbet.id  | 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*