Orang-orang berpikir bahwa anak-anak merupakan beban berat bagi orang tua. Ini adalah ide yang tidak masuk akal, membuat orang berpikir bahwa tidak ada kebutuhan untuk anak-anak. Kenyataannya, memiliki banyak anak memberi banyak berkat pada orang tua. Dalam jaahiliyya, “waktu ketidaktahuan”, orang berpikir memiliki banyak anak adalah beban bagi keluarga, tetapi itu sangat salah.… baca selengkapnya “Konsekuensi Meninggalkan Prinsip-Prinsip Islam”

Mawlana Syaikh Nazim, dari Khairiyah Siegel, Cyprus.

Dastūr yā Sayyidi, yā RasūluLlāh madad.
Madad yā Sulṭānu l-Anbiyā ‘, madad yā Sulṭānu l- Awliyā’, madad yā Sādatinā l-kirām.
A’ūdhu biLlāhi mina sh-shayṭāni r-rajīm. BismiLlāhi r- Raḥmāni r-Raḥīm. Lā ḥawla wa lā quwwata illā biLlāhi l-‘alayyi l-‘aẓīm.
baca selengkapnya “Perbuatan Hati”

Syaikh Nazim al-Haqqani, 1 Juli 1985

Baginda Nabi Muhammad saw menasehati Umat-nya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, meskipun kita tinggal di Bumi ini hanya untuk sementara. Beliau menasehati kita untuk mencari kebutuhan makanan kita, dan bukan menunggu makanan itu menemui kita.… baca selengkapnya “Bekerjalah Untuk Makanmu”

Sultan Awliya Qutb az-Zaman Mawlana Syaikh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs

Bismillahir Rahmanir Rahim.

Jika saja kita bisa mendapat manfaat dari hasil penemuan yang berasal dari pikiran kita sendiri, maka kita tidak perlu dan tidak butuh Pembimbing Ruhani.

Akan tetapi, dalam kenyataannya, bahkan para Nabi (as) sekalipun memiliki seorang pembimbing yaitu Malaikat Jibril (as), yang bertindak sebagai perantara antara mereka [Para Nabi] dengan Allah (swt).… baca selengkapnya “Perlunya Mursyid Pembimbing Ruhani”